Pasar Oligopoli, Dan Kaitannya Dengan Kartel

In: Business and Management

Submitted By budibowo
Words 1026
Pages 5
PASAR OLIGOPOLI, MODEL KOLUSI DAN KAITANNYA DENGAN PRAKTEK KARTEL

Budi Bowo Laksono

1306357964

PASAR OLIGOPOLI, MODEL KOLUSI DAN KAITANNYA DENGAN PRAKTEK KARTEL

Oligopoli merefer kepada situasi dimana telah ada beberapa perusahaan besar yang ada di industri yang terkait.Tidak ada ukuran pasti mengenai jumlah perusahaan yang termasuk didalam Pasar Oligopoli, namun biasanya terdapat 2-10 perusahaan. Produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut mungkin dapat indektik (Seperti yang menjadi kencenderunagan dari pasar persaingan sempurna) atau terdiferensiasi (seperti didalam pasar monopolistic. Pasar Oligopoli yang dimana hanya terdapat 2 perusahaan disebut duopoly.

Adapun syarat-syarat dari pasar oligopoly yang berlaku secara umum adalah sebagai berikut:

• Terdapat barrier to entry and to exit

Jika suatu perusahaan ingin memasuki suatu industri, semisalnya, perusahaan consumer’s goods ingin memasukkan produk-produknya ke masyarakat, perusahaan tersebut harus bersaing dengan raksasa-raksasa consumer’s goods seperti Unilever, Nestle, dan perusahaan-perusahaan multinational lainnya. Barriers to Exit antara lain terkait dengan regulasi yang mengatur perusahaan-perusahaan tersebut.

• Adanya teknologi spesifik yang dimiliki

Perusahaan-perusahaan oligopoly sering kali mempunyai teknologi-teknologi spesifik yang tidak dimiliki oleh perusahaan-perusahaan lain.

• Ekuitas (modal) yang lebih

Salah satu kelebihan dari perusahaan pelaku oligopoly adalah mereka mempunyai modal dasar yang kuat.

• Brand yang ada susah untuk dilawan

Perusahaan-perusahaan oligopoly mempunyai brand yang sudah tercipta sehingga mereka cenderung mempunyai Market Share yang luas, sebagai contoh, untuk produk minuman soft drink,…...

Similar Documents

Csr Dan Hubungannya Dengan Kinerja Perusahaan

...ekonomi dan legal kepada pemegang saham (shareholder), tapi juga kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholder). CSR menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines yaitu tanggung jawab perusahaan pada aspek sosial, lingkungan, dan keuangan. Menurut The World Business Council for Sustainable Development, CSR merupakan komitmen dan kerjasama antara karyawan, komunitas setempat, dan masyarakat agar memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dari aspek ekonomi, perusahaan mengungkapkan suatu apabila informasi tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan. Dari aspek investasi, investor cenderung menanamkan modal pada perusahaan yang memiliki kepedulian pada masalah sosial. Perusahaan akan menggunakan informasi tanggung jawab sosial sebagai keunggulan kompetitif perusahaan. Dalam aspek hukum, perusahaan harus taat pada peraturan pemerintah seperti Undang-Undang Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007 dan Undang- Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 yang mengharuskan perseroan melaksanakan aktivitas CSR (Zarkasyi, 2008). Dengan demikian, CSR merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Pelaksanaan aktivitas CSR tidak bisa terlepas dari penerapan good corporate governance. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia menyatakan bahwa tujuan pelaksanaan corporate governance adalah mendorong timbulnya kesadaran dan tanggung jawab perusahaan pada masyarakat dan......

Words: 3307 - Pages: 14

Rangkuman Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

...UNDANG-UNDANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT Latar Belakang Pembangunan ekonomi telah mengalami banyak kemajuan, antara lain dengan meningkatnya kesejahteraanakyat. Kemajuan pembangunan yang telah dicapai di atas, didorong olehkebijakan pembangunan di berbagai bidang. Meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai selama ini, masih banyak tantangan dan persoalan seiring dengan adanya kecenderungan globalisasi perekonomian serta dinamika dan perkembangan usaha swasta. Perkembangan usaha swasta yang terjadi dikarenakan adanya berbagai bentuk kebijakan Pemerintah yang kurang tepat sehingga pasar menjadi terdistorsi serta adanya persaingan usaha tidak sehat. Fenomena di ini telah berkembang dan didukung oleh adanya hubungan yang terkait antara pengambil keputusan dengan para pelaku usaha, sehingga lebih memperburuk keadaan dan cenderung menunjukkan corak yang sangat monopolistik. Dampak yang terjadi adalah munculnya kesenjangan sosial, ketahanan ekonomi sangat rapuh dan tidak mampu bersaing. Melihat situasi dan kondisi tersebut, diperlukan penataan kegiatan usaha di Indonesia agar dunia usaha dapat tumbuh berkembang secara sehat dan benar. Maka disusunlah Undang-Undang tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Asas dan Tujuan Asas Pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan......

Words: 1616 - Pages: 7

Dampak Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional

...Peraturan mengenai toko modern diatur dalam Perpres No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern (“Perpres 112/2007”). Pengertian toko modern menurut Pasal 1 angka 5 Perpres 112/2007 adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan. Setiap toko modern wajib memperhitungkan kondisi sosial ekonomi mayarakat sekitar serta jarak antara toko modern dengan pasar tradisional yang telah ada (Pasal 4 ayat (1) Perpres 112/2007).   Mengenai jarak antar-minimarket dengan pasar tradisional yang saling berdekatan, hal tersebut berkaitan dengan masalah perizinan pendirian toko modern (minimarket).   Suatu toko modern (minimarket) harus memiliki izin pendirian yang disebut dengan Izin Usaha Toko Modern (“IUTM”) yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota dan khusus untuk wilayah DKI Jakarta diterbitkan oleh Gubernur (Pasal 12 Perpres 112/2007). Kemudian kewenangan untuk menerbitkan IUTM ini dapat didelegasikan kepada Kepala Dinas/Unit yang bertanggung jawab di bidang perdagangan atau pejabat yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu setempat (Pasal 11 Permendag No. 53/M-DAG/PER/12/2008 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern - “Permendag 53/2008”) .   Dalam Pasal 3 Perpres 112/2007, disebutkan......

Words: 991 - Pages: 4

Jurnal Ilmu Manajemen Dan Akuntansi Terapan, Vol 3 Nomor 1, Mei 2012

...Assets, Debt To Equity Ratio, Earning Per Share, Price To Book Value and Stock Return Keyword : Return On Asset, Debt To Equity Ratio, Earning Per Share, Price To Book Value and Stock Return PENDAHULUAN Secara umum masyarakat pemodal (investor) yang akan melakukan investasi, terlebih dahulu melakukan pengamatan dan penilaian terhadap perusahaan yang akan dipilih dengan terus memantau laporan keuangan perusahaan-perusahaan tersebut terutama perusahaan yang sudah go public. Berdasarkan laporan keuangan tersebut dapat diketahui kinerja perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha dan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aktivitas usahanya secara efisien dan efektif serta faktor di luar perusahaan ekonomi, politik, finansial dan lain-lain (Rasmin 2007). Saham perusahaan go public sebagai komoditi investasi tergolong berisiko tinggi. Karena sifatnya yang peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik oleh pengaruh yang bersumber dari luar atau dalam negeri, Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan, Vol 3 Nomor 1, Mei 2012 Page 1 perubahan dalam bidang politik, ekonomi moneter, Undang-Undang atau peraturan maupun perubahan yang terjadi dalam industri dan perusahaan yang mengeluarkan saham itu sendiri. Sehingga investor dalam melakukan pembelian saham memerlukan pemikiran berdasarkan data-data dari perusahaan yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kinerja keuangan emiten terhadap perubahan return saham. Adapun......

Words: 5939 - Pages: 24

Makalah Persaingan Pasar Sempurna

...ECONOMICS IN A GLOBAL ECONOMY STRUKTUR PASAR Kelompok 4: Albertus Christian Surya Danu K Lisa Angelia Kurnia Puspasari STRUKTUR PASAR Struktur pasar adalah berbagai hal yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan kinerja perusahaan dalam pasar, misalnya jumlah perusahaan dalam pasar, skala produksi, jenis produksi dan sebagainya. Suatu struktur pasar dikatakan kompetitif jika perusahaan tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi pasar. Struktur pasar kompetitif berbeda dengan tingkah laku kompetitif, tingkah laku kompetitif adalah kondisi dimana perusahaan harus bersaing secara aktif dengan perusahaan lain. Dalam dunia nyata, proses tercapai nya tingkat harga dan output sangat dipengaruhi oleh struktur pasarnya. Pasar (market) terdiri dari pembeli dan penjual dari suatu produk tertentu. Biasanya struktur pasar dibagi menjadi 4 jenis, yaitu: 1. Pasar Persaingan Sempurna; 2.1 Arti dan Nilai Penting Pasar Persaingan Sempurna Pasar persaingan sempurna adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh......

Words: 712 - Pages: 3

Etika Dalam Praktik Investasi Dan Pasar Modal

...pada tahun 1992, dengan penjualan melebihi $ 3 miliar. • Diskon besarbesaranpadausahatoko obat ritel yang sangat kompetitif . • Mickey Monus dinyatakan bersalah pada bulan Desember 1995 menggelapkan lebih dari $ 10 juta dan dihukum hampir 20 tahun penjara . • Hampir $ 1.140.000.000 diinvestasikan dalam perusahaan swasta yang dikuasai oleh Westinghouse Credit Corp , Sears Roebuck & Co , Edward J. de Bartolo , dan Lazard Freres & Co Perusahaan Mitra Reksa Dana. • Monus adalah investor saham asli di Colorado Rockies waralaba bisbol. Meskipun tidak dibahas dalam kasus dia juga pendiri Basketball League World, sebuah liga untuk pemain siswa 6 ’ 5 '' dan di bawah , dan terus secarafinansial (kadang-kadang dengan dana Phar - Mor) waralaba dukungan yang kehilangan uang sampai kematian WBL itu. Telah dicatat kemudian bahwa hanya seorang pria yang sangat percaya diri ( atau sombong ) berani mengambil NBA . • Monus dan CFO-nya, Patrick Finn, memanipulasi akun laporan laba rugi, persediaan overstated, dan aturan akuntansi dimanipulasi untuk melakukan penipuan selama hampir enam tahun. • Total kerugian kepada investor dan kreditur mencapai lebih dari $ 1,1 miliar, membuatnya menjadi salah satu penipuan perusahaan terbesar dalam sejarah AS . • penipuan ini difasilitasi oleh banyak faktor, termasuk kurangnya sistem informasi manajemen yang memadai kontrol internal yang buruk, lepastangan gaya CFO, internal audit yang tidak memadai, kolusi antara manajemen atas, dan adanya......

Words: 2442 - Pages: 10

Etika Dan Bisnis

...ETIKA DAN BISNIS PENDAHULUAN Etika adalahberasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yg berarti kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Etika mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita danapakah standar ini masuk akal atau tidak masuk akal-standar yaitu, apakah didukungdengan penalaran yang bagus atau yang jelek. Etika bukan hanya cara untuk mempelajari moralitas. Ilmu-ilmu sosial semacam antropologi, sosiologi dan psikologi juga memelajari moralitas, namun melakukannya dengan cara yang sangat berbeda dari pendekatan moralitas yang merupakan ciri etika. Meskipun etika merupakan studi normatif, namun ilmu-ilmu social terlibat dalam studi deskriptif etika. Sebuah studi normatif merupakan penelusuran yang mencoba mencapai kesimpulan-kesimpulan normatif yaitu, kesimpulan tentang hal-hal yang baik dan buruk atau tentang tindakan apa yang benar atau salah. Ringkasnya, studi normatif bertujuan menemukan apa yang seharusnya. Hal ini berbeda dengan studi deskriptif yang mana mencoba menelusuri/menginvestigasi sesuatu dan menjelaskanknya tanpa memberikan suatu kesimpulan Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan untuk mempelajari mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Institusi yang paling berpengaruh di......

Words: 3599 - Pages: 15

Peran Pasar Modal Syariah Dalam Transmisi Kebijakan Moneter Indonesia

...PERAN PASAR MODAL SYARIAH DALAM TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER INDONESIA (Studi Kasus Jakarta Islamic Index) Sebuah Refleksi Penerapan Ekonomi Islam di Sektor Pasar Modal AHMAD NASHRUDDIN NIM. S.0812.049 SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM (STEI) TAZKIA BOGOR 2012 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemberitaan mengenai kebijakan moneter bank sentral pada umumnya selalu menarik perhatian masyarakat. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 4 Februari 2011 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) atau 0,25% menjadi 6,75%, keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif untuk mengendalikan ekspektasi inflasi ke depan yang mulai meningkat.1 Kebijakan tersebut berdampak pada kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 15,34 poin atau 0,44 persen menjadi 3.496,17 basis poin. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,636 poin atau 0,59 persen ke posisi 616,200 basis poin pada penutupan hari itu.2 Gambaran di atas menunjukkan besarnya pengaruh kebijakan moneter terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan. Hal demikian tidak mengherankan karena kebijakan moneter memang ditempuh bank sentral untuk mempengaruhi dan mengarahkan berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan tersebut kepada tujuan yang ingin dicapai, yang pada umumnya kestabilan harga, dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi.3 Pertanyaannya adalah bagaimana proses pengaruh kebijakan moneter ini terjadi. Seperti halnya kebijakan moneter berpengaruh ekspektasi para pelaku ekonomi di......

Words: 10238 - Pages: 41

Pasar Modal

...Pengenalan Pasar Modal Untuk memulai berinvestasi kita harus mengenal beberapa istilah dasar seperti: • • • • • • • Apa itu Investasi ? Siapa Pelakunya ? Apa produk-produknya ? Dimana dapat bertransaksi? Bagaimana Proses dan mekanismenya ? Apa keuntungan dan kerugian yang dapat diperoleh? Bagaimana Mendapatkan Sumber Informasi Pasar Modal? INVESTASI Investasi merupakan suatu bentuk penundaan konsumsi dari masa sekarang untuk masa yang akan datang, yang didalamnya terkandung resiko ketidak pastian, untuk itu dibutuhkan suatu kompensasi atas penundaan tersebut yang biasa dikenal dengan istilah keuntungan dari investasi atau gain. Secara umum Investasi dapat dikategorikan dalam dua Group besar, • • Real Investment, investasi dalam bentuk nyata seperti investasi dalam bentuk properti, investasi komersial, dll. Financial Investment, investasi terhadap produk-produk keuangan seperti investasi dalam bentuk tetap antara lain, deposito dan obligasi ataupun dalam bentuk yang tidak tetap seperti investasi saham atau sejenisnya. Ketertarikan orang dalam berinvestasi tergantung dari dana dan skill yang dimiliki, dalam kesempatan ini kita memfokuskan pada investasi secara tidak langsung atau Financial Investment. INVESTOR Investor adalah orang perorangan atau lembaga baik domestik atau non domestik yang melakukan suatu investasi (bentuk penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya) baik dalam jangka pendek atau panjang. Dalam praktek investasi keuangan......

Words: 6701 - Pages: 27

Oligopoli

...Pengertian Pasar Oligopoli 3 B.     Faktor – Faktor Penyebab Terbentunya Pasar Oligopoli 3 C.     Ciri – Ciri Pasar Oligopoli 4 D.    Model Pasar Oligopoli 6 E.     Macam – Macam Pasar Oligopoli 8 F.      Sifat – Sifat Pasar Oligopoli 8 G.    Perilaku Pasar Oligopoli 8 H.    Faktor Penghambat Pasar Oligopoli 9 I.       Kelebihan dan Kelemahan Pasar Oligopoli 10 J.       Dampak Positif dan Negatif Pasar Oligopoli 13 BAB III PENUTUP 15 A.    KESIMPULAN 15 B.     SARAN 15 DAFTAR PUSTAKA 16   BAB I PENDAHULUAN A.      LATAR BELAKANG Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyakat, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Pasar juga merupakan proses hubungan timbal antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah suatu barang/jasa yang diperjualbelikan. Pasar merupakan perwujudan dari kegiatan ekonomi,pasar muncul karena pemenuhan akan kebutuhan semakin beragam.Pada awalnya dikenal dengan sistem barter disini melakukan pertukaran barang dengan barang lain,dari sini pasar terus berkembang dengan pesatnya sampai sekarang berbagai jenis pasar bermunculan dengan celah-celah ekonomi berdasarkan permintaan pasar. Dalam perkembangannya kita kenal pasar oligopoli sebagai bentuk bagian dari pasar saat ini. B.       TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan dari penulisan ini yaitu: 1.      Untuk mengetahui pengertian dari pasar oligopoli 2.     ......

Words: 2863 - Pages: 12

Hubungan Antara China Dengan Melayu Di Malaysia Dari Aspek Ekonomi Dan Politik

...Dari Aspek Ekonomi Hubungan antara China dengan Malaysia sudah lama wujud iaitu sebelum permulaan tahun Masihi sejak zaman Dinasti Han (140-117 S.M). Pemerintahan zaman Dinasti Tang (618-907 M) telah mewujudkan hubungan diplomatik dengan negara luar melalui pembukaan tujuh jalur jalan dagang dengan dunia luar, satu daripadanya ialah perjalanan laut dari Guangzhou dengan India, Parsi dan Arab melalui Alam Melayu seperti Semenanjung Tanah Melayu, Srivijaya, He-Ling (Jawa) dan lain-lain. Dinasti Song (960-1279) juga telah meneruskan hubungan baik dengan negeri­negeri luar tetapi menumpukan lebih banyak kepada bidang perniagaan terutama dengan negeri-negeri di Asia Tenggara, Asia Selatan dan Asia Barat. Hubungan paling gemilang dan bermakna antara Alam Melayu dengan China ialah yang dijalinkan antara Kesultanan Melaka dan Dinasti Ming dalam abad ke-15. Persahabatan antara Melaka dan China wujud sebelum itu lagi apabila seorang utusan Raja China sampai di Melaka pada tahun 1403 dan Parameswara membalas dengan satu perutusan ke China pada tahun 1405. Laksamana Cheng Ho telah membawa hadiah bingkisan daripada Raja China, yang dibalas pula oleh Parameswara pada tahun 1407. Seterusnya beberapa orang Raja Melaka telah melawat China iaitu Parameswara (1411), Megat Iskandar Syah (1414), Sultan Muhammad Syah (1424) dan Sultan Abu Syahid (1445). Sebelum kedatangan, British bilangan masyarakat Cina terlalu kecil dan terlibat dalam bidang perniagaan. Penghijrahan secara beramai-ramai......

Words: 1177 - Pages: 5

Pengaruh Penggunaan Job Design Dan Rewards

...keberadaannya tidak bisa diabaikan dan ditawar-tawar dalam eksisnya sebuah perusahaan. Karyawan bisa diakatakan sebagai motor penggerak yang menjalankan kegiatan dalam sebuah perusahaan. Namun tentu saja motor penggerak ini membutuhkan pelumas guna melancarkan geraknya. Bicara mengenai menjalankan kegiatan dan kelancaran dalam penyelenggaraan kegiatan dalam sebuah perusahaan, hal ini sangat erat kaitannya dengan job design yang dianut oleh sebuah perusahaan yang bisa dikatakan sebagai aturan main dan tata cara yang telah dirancang perusahaan untuk kemudian dijalankan oleh segenap karyawan mereka sebagai penggerak dalam perusahaan. Kejelasan aturan main ini sangat penting sifatnya baik untuk perusahaan itu sendiri demi mencapai tujuannya, juga bermanfaat bagi karyawan karena akan memberikan mereka kejelasan mengenai bagaimana mereka bisa bekerja dan seharusnya bekerja, juga bagaimana mereka memahami betul penilaian perusahaan terhadap kinerja mereka akan didasarkan pada hal apa saja. Bukan hanya itu, pada akhirnya job design yang telah ditentukan sebuah perusahaan juga akan menjadi salah satu faktor penentu rewards yang kelak diberikan perusahaan terhadap karyawan mereka yang telah melakukan pekerjaan dengan baik dan memuaskan. Jika dijalankan dengan baik dan benar dan juga jika sesuai dengan kemampuan karyawan, tentu saja kebijakan job design dan rewards ini akan memberikan motivasi lebih kepada karyawan sebuah perusahaan untuk bekerja lebih baik lagi dan lagi yang......

Words: 5309 - Pages: 22

Kartel Minyak Goreng

... | |Kartel Minyak Goreng di Indonesia | |Tony Ferdyantara (Kelas Eksekutif B 30 A) No Mahasiswa : 30P15048 | | | |Dosen : Drs. Eko Suwardi, M.Sc., M.Com., Ph.D./ Drs Eddy Angkawibawa, SE, | |SH, SIP, S.Akt, S.Ikom, MH, MSi, MM, CMA | [pic] KARTEL MINYAK GORENG DI INDONESIA Industri minyak goreng merupakan industri yang memiliki nilai strategis karena berfungsi sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Perkembangan industri minyak goreng di Indonesia telah menempatkan minyak goreng dengan bahan baku kelapa sawit sebagai komoditi yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat saat ini. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya ketersediaan bahan baku lain selain kelapa sawit. Selain itu, karakteristik kelapa sawit yang memiliki berbagai macam produk turunan juga telah perkembangan industri-industri yang terkait dengan kelapa sawit dan turunannya termasuk diantaranya adalah industri minyak goreng sawit (selanjutnya disebut ”Minyak Goreng”). Namun demikian, struktur pasar industri minyak goreng yang oligopoli telah mendorong perilaku beberapa pelaku usaha produsen minyak goreng untuk menentukan harga sehingga pergerakan harganya tidak responsive dengan pergerakan harga CPO padahal CPO...

Words: 1541 - Pages: 7

Struktur Pasar

...Struktur Pasar ( Market Structure ) Kapita Selekta Sistem Ekonomi Indonesia 10/17/2011 Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Visual Communication Nama : 1. Angga Restu Pambudi ( 44411010006) 2. Herdian ( 44411010008) 3. Irfan Juliansyah ( 44411010004) 4. Strukur Pasar ( Market Structure ) Para ahli ekonomi dalam membahas struktur pasar tidak hanya melihat tingkah laku pasar, tetapi lebih menitik beratkan pada berbagai kekuatan perusahaan dalam mempengaruhi pasar. Tingkah laku perusahaan banyak ditentukan oleh struktur pasar dimana perusahaan itu berada. Industri dalam teori ekonomi berarti kumpulan dari perusahaan sejenis. Struktur pasar : pada prinsipnya berarti mengelompokkan produsen atau perusahan yang didalam industri kedalam beberapa bentuk pasar berdasarkan : 1. Jenis barang yang dihasilkan 2. Banyaknya/jumlah perusahaan dalam industri 3. Mudah tidaknya keluar masuk dalam industri 4. Peranan iklan dalam kegiatan industri (pasar) Berdasarkan kriteria tersebut, dalam analisa ekonomi struktur pasar dibedakan menjadi 4 (empat) : 1. Pasar persaingan sempurna ( Perfect Competition ) 2. Pasar monopoli ( Monopoly ) 3. Pasar persaingan monopolistik ( Persaingan tidak sempurna ) 4. Pasar oligopoli ( Oligopoly ) A. Pasar Persaingan Sempurna ( Perfect Competition ) Pasar persaingan sempurna : merupakan struktur pasar atau industri di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap......

Words: 2396 - Pages: 10

Peran Akuntan Dalam Pasar Modal

... TUGAS INDIVIDU PASAR MODAL & MANAJEMEN KEUANGAN PERAN AKUNTAN DALAM PASAR MODAL DISUSUN OLEH: NINDA ELISAWATI 10/314323/EE/5932 KELAS D FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011 PERAN AKUNTAN DALAM PASAR MODAL Profesi seorang akuntan meliputi semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik. Begitu banyak peran akuntan dalam perkembangan ekonomi saat ini tidak terkecuali dalam pasar modal. Kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek merupakan kegiatan yang ada dalam pasar modal. Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti:menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal juga bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya. Semakin berkembangnya perekonomian, menuntut perusahaan untuk lebih meningkatkan kualitas......

Words: 1460 - Pages: 6