Audit Siklus Pendapatan

In: Other Topics

Submitted By prakasitta
Words 850
Pages 4
BAB 9
AUDIT SIKLUS PENDAPATAN

GAMBARAN UMUM TEKNOLOGI SIKLUS PENDAPATAN
Teknologi informasi alternatif yang digunakan dalam siklus pendapatn. Teknologi pertama adalah sistem pesanan penjualan yang menggunakan pemrosesan secara batch dan yang menggunakan file berurutan untuk menyimpan catatan akuntansi. Teknologi ini adalah contoh dari sistem jenis lama. Pendekatan ini mencirikan era kepemilikan data, dimana file didesain secara ekslusif untuk pemakaian seoarang pengguna. Proses berbagai data sulit dilakukan bahkan tidak mungkin dilakukan dalam pengaturan seperti ini sehingga timbul banyak sekali redundansi data serta data yang using. Meskipun kuno, sistem ini masih digunakan karena sistem ini terus menambah nilai bagi perusahaan. Selama bertahun-tahun, perkiraan antisipasinya adalah sistem lama akn diganti sebelum akhir abad ke-20. Akan tetapi banyak perusahaan yang memilih untuk mendedikasikan sumber dayanya dalam jumlah besar untuk memperbaiki dan memodifikasi site mini untuk berfungsi di millennium berikutnya.
Kedua, berbagai fitur oeprasi dari sistem penerimaan kas yang menggunakan pemrosesan batch dan file berakses langsung akan dikaji. Konfigurasi ini ditemukan dalam sistem yang modern dan sitem lama dari era terakhir. Pendekatan file akses lamgsung menawarkan berbagai macam kelebihan operasional dibandingkan pemrosesan file berurutan, serta memungkinkan adanya proses berbagi data secara tidak terbatas.
Contoh terakhir akan menggambarkan sistem real time modern untuk entri pesanan penjualan dan penerimaan kas yang menggunakan sitem basis data. Desain sistem yang modern menggunakan proses rekayasa ulang (reengineering) untuk secara radikal membentuk ulang prses bisnis dan arus kerja. Tujuan dari rekayasa ulang adalah untuk mengurangi berbagai biaya pemrosesan bisnis, dengan mengidentifikasi dari peniadaan aktivitas yang tidak bernilai tambah. Proses ini…...

Similar Documents

Tanggung Jawab Dan Tujuan Audit, Bukti Audit

...BAB 6 : TANGGUNG JAWAB DAN TUJUAN AUDIT TUJUAN PELAKSANAAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN Tujuan dari audit biasa atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil operasi, serta arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP). Auditor mengumpulkan bukti untuk membuat kesimpulan tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar dan untuk menentukan keefektifan pengendalian internal, setelah itu baru menerbitkan laporan audit yang tepat. Langkah-langkah untuk mengembangkan tujuan audit : 1. Memahami tujuan dan tanggung jawab audit 2. Membagi laporan keuangan menjadi berbagai siklus 3. Mengetahui asersi manajemen tentang laporan keuangan 4. Mengetahui tujuan audit umum untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan 5. Mengetahui tujuan audit khusus untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN Tanggung jawab untuk mengadopsi kebijakan akuntansi yang baik, menyelenggarakan pengendalian yang memadai, dan menyajikan laporan keuangan yang wajar berada di pundak manajemen, bukan di pundak auditor. Karena menjalankan bisnis sehari-hari, manajemen perusahaan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam tentang transaksi perusahaan serta aktiva, kewajiban, dan ekuitas terkait ketimbang auditor. Sebaliknya, pengetahuan auditor akan masalah ini serta pengendalian internal hanya terbatas pada......

Words: 3546 - Pages: 15

Audit

...audit Internal auditing is an independent, objective assurance and consulting activity designed to add value and improve an organization's operations. It helps an organization accomplish its objectives by bringing a systematic, disciplined approach to evaluate and improve the effectiveness of risk management, control, and governance processes.[1] Internal auditing is a catalyst for improving an organization's effectiveness and efficiency by providing insight and recommendations based on analyses and assessments of data and business processes there are 3 types of Audit : 1. Internal audit ( first party audit),to ensure implementing, maintaining and improvement of the system audited. 2.Customer audit ( second party audit), to evaluate the suppliers performance and compliance for standards. 3.External audit (third party audit), to ensure implementing and documenting according to standards. Audit Process Prevalent Audit Concerns Risk Assessment Process Definition of Internal Audit The audit process is generally a ten-step procedure as outlined below. Please click through the steps in order to better understand the process. 1. Notification 2. Planning 3. Opening Meeting 4. Fieldwork 5. Communication 6. Report Drafting 7. Management Response 8. Closing Meeting 9. Report Distribution 10. Follow-up Notification First, you will receive a letter to inform you of an upcoming audit. The auditor will send you a......

Words: 768 - Pages: 4

Audit

... The Marketing Audit Comes Of Age Philip Kotler, William Gregor and William Rogers Comparing the marketing strategies and tactics of business units today versus ten years ago, the most striking impression is one of marketing strategy obsolescence. Ten years ago US, automobile companies were gearing up for their second postwar race to produce the largest car with the highest horsepower. Today companies are selling increasing numbers of small and medium-size cars and fuel economy is a major selling point. Ten years ago computer companies were introducing ever-more powerful hardware for more sophisticated uses. Today they emphasize mini and microcomputers and software. It is not even necessary to take a ten-year-period to show the rapid obsolescence of marketing strategies. The growth economy of 1950-1970 has been superseded by a volatile economy which produces new strategic surprises almost monthly. Competitors launch new products, customers switch their business, distributors lose their effectiveness, advertising costs skyrocket, government regulations are announced, and consumer groups attack. These changes represent both opportunities and problems and may demand periodic reorientations of the company’s marketing operations. Many companies feel that their marketing operations need regular reviews and overhauls but do not know how to proceed. Some companies simply make many small changes that are economically and politically feasible, but fail to get to the heart of the......

Words: 6893 - Pages: 28

Audit

...SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI (Disusun Untuk Memenuhi Tugas Wajib Mata Kuliah Pengauditan) NAMA : Prisca Ramadhani F1312087 Rama Juni Tambunan F1312090 Tutut Novia Yanuarti F1312114 PROGRAM STUDI S1 TRANSFER AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013 METODE PEMILIHAN SAMPEL NONPROBABILISTIK Metode pemilihan sampel nonprobabilistik adalah metode yang tidak memenuhi persyaratan teknis bagi pemilihan sampel probabilistic. Dalam pemilihan sampel terarah auditor dnegan sengaja memilih setiap item dalam sampel berdasarkan criteria pertimbangannya sendiri ketimbang mengunakan pemilihan acak. Pendekatan yang umumnya digunakan termasuk : * Pos yang paling mungkin mengandung salah saji * Pos yang mengandung karakteristik populasi terpilih * Cakupan nilai uang yang besar Dalam pemilihan sampel blok, auditor memilih pos pertama dalam suatu blok, dan sisanya dipilih secara berurutan. Biasanya penggunaan sampel blok hanya dapat diterima jika jumlah blok yang digunakan masuk akal. Pemilihan sampel sembarangan adalah pemilihan item atau pos tanpa bias yang disengaja oleh auditor. Dalam kasus semacam itu, auditor memilih item populasi tanpa memandang ukurannya, sumber, atau karakteristik lainnya yang membedakan. METODE PEMILIHAN SAMPLE PROBALISTIK Sampling statistic mengharuskan sampel probabilistic mengukur resiko sampling. Untuk sampel probabilistic, auditor tidak menggunakan...

Words: 1887 - Pages: 8

Audit

...Prosedur Analitis Prosedur analitis atau Analytical procedures adalah evaluasi informasi keuangan yang dibuat untuk mempelajari hubungan yang logis antara data keuangan dan non-keuangan yang dapat dilakukan dengan beberapa cara: 1. Membandingkan data klien dengan industri. 2. Membandingkan data klien dengan data yang serupa pada periode sebelumnya. 3. Membandingkan data klien dengan data yang diperkirakan klien. 4. Membandingkan data klien dengan data yang diperkirakan oleh auditor. 5. Membandingkan data klien dengan hasil perkirakaan yang menggunakan data non keuangan. Table 1. Prosedur analitik siklus persediaan dan pergudangan Analytical procedure | Kemungkinan Misstatement | Membandingkan persentase gross margin dengan tahun lalu | Overstatement pada persediaan atau harga pokok penjualan | Membandingkan inventory turnover dengan tahun lalu | Keusangan persediaan ; overstatement atau understatement pada persediaan | Membandingkan unit cost dari persediaandengan tahun sebelumnya | Overstatement atau understatement pada unit cost persediaan | Membandingkan biaya pabrikasi tahun ini dengan tahun sebelumnya | Misstatement pada unit cost persediaan; khususnya biaya tenaga kerja langsung dan overhead | Pengamatan fisik persediaan Paragraf 3 SA Seksi 331 (PSA No. 07) m enyatakan: Jika kuantitassediaan hanya ditentukan melalui penghitungan fisik, dan semua penghitungan dilakukan pada tanggal neraca atau pada suatu tanggal dalam periode yang tepat,......

Words: 929 - Pages: 4

Siklus Akuntansi

...Siklus Akuntansi Manahan Nasution Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut: Transaksi Usaha Pembuatan Bukti Asli Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal) Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1 Neraca Lajur Penyesuaian Laporan Keuangan Jurnal Penutup Neraca Saldo setelah penutupan 2 Gambar 1 1. TRANSAKSI Transaksi usaha adalah kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar untuk dicatat.3 Transaksi ini biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen. Sebagai contoh transaksi yang dapat terjadi dalam suatu perusahaan adalah: pembayaran rekening telepon bulanan, pembelian barang dagangan secara kredit, pembelian tanah dan gedung, dan lain sebagainya. Suatu transaksi tertentu dapat menimbulkan peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan transaksi lainnya. Misalnya, pembelian barang dagangan secara kredit akan disusul dengan transaksi lainnya, yaitu pembayaran kepada kreditor. 1 2 3 Niswonger, C. Rollin, Phillip E. Fess, and Carl S. Warren. Prinsip- prinsip akuntansi, terjemahan Marianus Sinaga, Edisi 14, Jilid 1, Erlangga, Jakarta, 1992, Hal 41. Smith, Jay M. and K. fred Skousen. Akuntansi Intermediate...

Words: 2808 - Pages: 12

Audit

...Audit Committee Material Weaknesses in Smaller Reporting Companies December 2nd, 2010 OUTLINE: I. SUMMARY OF THE ARTICLE II. PROBLEM STATEMENT III. SUGGESTIONS FROM THE AUTHORS IV. RELEVANCE TO AUDITING ENVIRONMENT V. CONCLUSION I. Summary of the Article This report summarizes the article published by Gramling, Audrey A, Hermanson, Dana R, Hermanson, Heather M in the CPA journal of 2009. The main focus of the article is to show the importance of audit committee in auditing and analyze problems of small companies face in developing effective audit committee. The critical issue of the article is material weaknesses related to audit committee and possibility of management’s override of internal control within small companies. Before, the Sarbanes-Oxley Act, audit committees in public companies were under more pressure to understand not just a company's financial statements, but to challenge management and auditors on key accounting, internal control and compliance issues. After the financial scandals that caused firms like Enron and WorldCom to collapse, audit committees have risen from relative darkness to center stage in modern corporate world. As it’s indicated in the article, the new role, the typical audit committee is charged with many duties. Because new role of audit committee increased complexity and accountability, it's easy for directors of small public companies to feel besieged when...

Words: 1917 - Pages: 8

Audit

...Section A: Audit Practice Part b (i): Why is the audit of cash important part of the audit? From an auditing standpoint, cash is an important account because cash transactions affect all other business and financial processes. Businesses acquire cash by selling goods or services, disposing of fixed assets, or acquiring debt or equity. The same businesses put their cash to use through purchasing, paying employees, and buying inventory. Audits are an important part of business. Cash audits check that money has been handled properly, and performance audits ascertain whether employees are doing their jobs properly. Corporations are likely to undergo tax audits to ensure proper tax reporting and withholding. Audits may be performed in-house by management or human resources, by a third-party consulting firm hired specifically to perform the audits or by IRS agents who are auditing company tax records. The audit of cash is considered an important part of an audit mainly due to almost all business transactions will be ultimately settled through the cash accounts, the audit of cash accounts also assists in the verification of other asset and liability accounts as well as revenue and expenses. Some of the investor relies on the accuracy of the cash account to evaluate the financial health of the company. They use current asset which include the cash account to compute several financial measures. Other than that, cash is the highly liquid asset in a company and it is an area of high...

Words: 9221 - Pages: 37

Audit Atas Siklus Jasa Personalia

...* MERENCANAKAN AUDIT ATAS SIKLUS JASA PERSONALIA Siklus jasa personalia suatu entitas menyangkut peristiwa dan aktivitas yang berhubungan dengan kompensasi eksekutif serta karyawan. jenis-jenis kompensasi ini meliputi gaji, upah per jam dan insentif, komisi, bonus, opsi saham, dan tunjangan karyawan. kelompok transaksi yang utama dalam siklus ini adalah transaksi penggajian. Siklus jasa personalia saling berkaitan dengan 2 siklus lainnya. Pembayaran gaji dan upah serta pembayaran pajak gaji dan upah berhubungan dengan transaksi pengeluaran kas dalam siklus pengeluaran. * TUJUAN AUDIT Tujuan audit spesifik untuk silus jasa personalia diperlihatkan dalam gambar 16-10 Kategori Awal | Tujuan Audit Kelompok Transaksi | Tujuan Audit Saldo Akun | Keberadaan atau keterjadian | Beban gaji dan upah serta beban pajak gaji dan upah yang tercatat berhubungan dengan kompensasi untuk jasa yang diberikan selama periode berjalan (EO1). | Saldo kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah menunjukkan jumlah yang terhutang pada tanggal neraca (EO2). | Kelengkapan | Beban gaji dan upah serta beban pajak gaji dan upah yang tercatat mencakup semua beban semacam itu yang terjadi untuk jasa personalia selama tahun berjalan (C1). | Kewajiabn gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah mencakup semua jumlah yang terhutan kepada personel dan lembaga pemerintah pada tanggal neraca (C2). | Hak dan Kewajiban | | Kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah adalah...

Words: 1352 - Pages: 6

Research Pendapatan Daerah

...Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sebelum meninjau lebih jauh tentang pajak yang menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD), pada sub bab ini penulis akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pendapatan asli daerah (PAD). Pengertian tersebut telah diatur dalam UU No 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang dikutip oleh Abdul Halim yaitu : “Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.             Berdasarkan UU No 25 tahun 1999 diatas sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik itu kabupaten/kota terdiri dari : 1)      Hasil Pajak Daerah Yaitu iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang tidak dapat dipaksakan dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahaan daerah, yang terdiri dari : a.       Pajak Hotel b.      Pajak Restoran c.       Pajak Hiburan d.      Pajak Reklame e.       Pajak Penerangan Jalan f.       Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Galian Golongan C g.      Pajak Parkir 2)      Hasil Retribusi Daerah Yaitu iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah dengan imbalan langsung dan tidak dapat dipaksakan dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah, yang terdiri dari : a.       Retribusi Jasa Umum b.      Retribusi Jasa Usaha c.       Retribusi......

Words: 601 - Pages: 3

Audit

...Auditing HW #1 – Aug 26 1-36: a. Explain why management might want an independent audit of its financial statements. McIver’s management may want an independent audit of its financial statements for several reasons. First of all, due to the desired increasing growth, there is now a greater risk that salesmen and/or managers could report inflated numbers that align with management’s goals. An independent audit would be beneficial in discovering any such activity. Also, if McIver’s acquires the other swimwear distributorship there is an added risk. McIver’s probably does not have an in-depth knowledge of the other company, so an independent audit could also bring to light any malfeasance on the acquired company’s end. Finally, McIver’s could desire to go public in the near future considering its growth. Audits are necessary for public companies, and so it would make sense that management would want one. b. What are the factors that McIver’s might consider in deciding whether to seek an audit from a large national audit firm, a regional audit firm, or a local firm? McIver’s decision of whether to hire a national, regional, or local audit firm should be determined by various factors including quality, cost, familiarity with the industry, and familiarity with the region. Generally speaking, if McIver’s number one aspect of the audit was quality, they would choose a national firm. The downside of that would be the cost, which is generally higher. A local firm on the......

Words: 1732 - Pages: 7

Audit

...6-22 a. The function of the independent auditor in the audit of financial statements is expression of an opinion on the fairness with which they present, in all material respects, financial position, results of operations, and its cash flows in conformity with generally accepted accounting principles. The auditor's report is the medium through which he expresses his opinion or, if circumstances require, disclaims an opinion. In either case, he states whether his audit has been made in accordance with generally accepted auditing standards. These standards require him to state whether, in his opinion, the financial statements are presented in conformity with generally accepted accounting principles and to identify those circumstances in which such principles have not been consistently observed in the preparation of the financial statements of the current period in relation to those of the preceding period. The responsibilities of the independent auditor in the audit of financial statements are planning and performing the audit to obtain reasonable assurance about whether the financial statements are free of material misstatement, whether caused by error or fraud. Because of the nature of audit evidence and the characteristics of fraud, the auditor is able to obtain reasonable, but not absolute, assurance that material misstatements are detected.   b. The responsibilities of the independent auditor for the detection of fraud is provide reasonable assurance of detecting......

Words: 566 - Pages: 3

Tutorial Pendapatan Perniagaan

...TUTORIAL: PENDAPATAN PERNIAGAAN SOALAN 1 Meranti Super Sdn Bhd (MS) merupakan sebuah syarikat yang mengeluar dan memasarkan perabot yang berasaskan kayu meranti di dalam dan ke luar negara. Berikut adalah Penyata Untung Rugi MS bagi tahun berakhir 2011. | |Nota |RM’000 |RM’000 | |Jualan | |10,700 | | |Pendapatan lain |1 |1,700 |12,400 | | | | | | |Tolak: Kos barang dijual |2 | |5,200 | | | | |7,200 | |Tolak: Gaji dan upah |3 |2,300 | | | Bonus | |250 | | | Gaji pengarah | |275 | | | Yuran profesional ...

Words: 1171 - Pages: 5

Audit

...ILLUSTRATIVE AUDIT ENGAGEMENT LETTER (Date) Name of Auditee Address Dear ________________ We are pleased to confirm our understanding of the services we are to provide you with under this engagement. Audit Scope. USAID’s applicable scope of work that was part of your RFP will be included or referenced to. Audit Objectives. The objective of our audit is the expression of opinions as to whether your basic financial statements are fairly presented, in all material respects, in conformity with U.S. generally accepted accounting principles, the objective also includes reporting on: • Internal control related to the financial statements and compliance with laws, regulations, and the provisions of contracts and grant agreements, noncompliance with which could have a material effect on the financial statements, in accordance with Government Auditing Standards. • Internal control related to major programs and an opinion (or disclaimer of opinion) on compliance with laws, regulations, and the provisions of contracts and grant agreements that could have a direct and material effect on each major program in accordance with the Single Audit Act Amendments of 1996 and OMB Circular A-133, Audits of States, Local Governments, and Non-Profit Organizations. Our audit will be conducted in accordance with generally accepted auditing standards established by the Auditing Standards Board (United States); the standards for financial audits......

Words: 2547 - Pages: 11

Risiko Audit

...Pemahaman dan Penilaian Risiko Pemeriksaan Risiko Pemeriksaan atau Audit Risk (AR) adalah risiko yang timbul karena pemeriksa, tanpa disadari, tidak memodifikasi opininya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material. AR berkaitan dengan seberapa besar kemungkinan (probabilitas) pemeriksa menyimpulkan bahwa semua asersi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun oleh manajemen (entitas) secara material adalah benar, padahal terdapat asersi yang keliru secara material. Rumus risiko pemeriksaan adalah AR=IR X CR X DR dimana IR merupakan Inherent Risk, CR merupakan Control Risk, dan DR merupakan Detection Risk. Risiko Bawaan atau Inherent Risk (IR) adalah kerentanan suatu saldo akun atau kelas transaksi terhadap salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian terkait. Setiap saldo akun atau kelas transaksi memiliki risiko bawaan yang berbeda-beda. Risiko Pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah, dideteksi dan dikoreksi secara tepat waktu oleh pengendalian internal entitas. Risiko ini merupakan fungsi atas efektivitas desain, implementasi dan pemeliharaan pengendalian internal oleh pimpinan entitas untuk mengidentifikasi risiko yang menghambat pencapaian tujuan entitas yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan. Risiko pengendalian hanya dapat dikurangi, tidak dapat dihilangkan karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap......

Words: 869 - Pages: 4